Minggu, 29 Januari 2023

Masa Kependudukan Jepang di Indonesia

 

Halo semuanyaaaa !

 

Apakabarnya hari ini nih? saya harap kalian baik-baik aja yah ! oh iya, selamat datang di blog saya semoga blog ini bermanfaat untuk kalian aminnn, oh iya, kali ini saya, Micko Fahraezi bersama teman saya yaitu Valent Afrizal Ibrahim akan menjawab soal-soal sejarah Indonesia yang diberikan oleh pak Abdul, mengenai materi teori kedatangan bangsa Jepang ke Indonesia, selamat menyimak semuanyaaa !!









Sebelum kita ke materi inti, kami akan menjawab challenge dari bapak Abdul !!

Jadi, diantara 3 gambar tersebut itu saling berhubungan satu dengan yang lainnya dimana gambar di ujung kiri itu merupakan Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letnan Jenderal Hendrik Ter Poorten, kemudian gambar di tengah merupakan Jenderal Hitoshi Imamura, sementara gambar di ujung kanan merupakan Perjanjian Kalijati

Hubungan dari ketiga gambar tersebut ialah kedua tokoh tersebut merupakan tokoh perjanjian Kalijati, dimana perjanjian ini hanya dihadiri oleh beberapa petinggi militer Jepang dan Belanda. Belanda diwakili oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda van Starkenborgh dan Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letnan Jenderal Hendrik Ter Poorten. Sementara Jepang diwakili oleh Jenderal Hitoshi Imamura.

 

Isi Perjanjian Kalijati

Perjanjian Kalijati merupakan perjanjian yang dilakukan di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Perjanjian ini dilakukan pada tanggal 8 Maret 1942. Perjanjian Kalijati antara Jepang dan Belanda yang menjadi awal masa penjajahan Jepang di Indonesia. Isi Perjanjian Kalijati tergolong singkat. Belanda diminta menyerahkan seluruh wilayah kekuasaannya di Indonesia kepada Jepang tanpa syarat. Letnan Jenderal Ter Poorten menyerahkan kekuasaannya kepada tentara ekspedisi Jepang yang dipimpin Jenderal Hitoshi Imamura. Jepang pun mulai merombak pemerintahan sipil Hindia Belanda. Di bawah pendudukan Jepang, terdapat tiga pemerintahan militer Jepang. Pemerintahan militer itu berpusat di Batavia, Bukittinggi, dan Makassar. Pusat dari pemerintahan militer ini dipimpin oleh kepala staf yang bergelar Gunseikan.

Link = https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210614141525-31-654074/perjanjian-kalijati-awal-mula-pendudukan-jepang-di-indonesia










A). Masa awal kedatangan jepang dengan garis waktu kedatangannya

Latar Belakang

Pada Mei 1940, awal Perang Dunia II, Belanda diduduki oleh Nazi Jerman. Hindia-Belanda mengumumkan keadaan siaga dan di Juli mengalihkan ekspor untuk Jepang ke AS dan Britania. Negosiasi dengan Jepang yang bertujuan untuk mengamankan persediaan bahan bakar pesawat gagal di Juni 1941, dan Jepang memulai penaklukan Asia Tenggara di bulan Desember tahun itu. Di bulan yang sama, faksi dari Sumatra menerima bantuan Jepang untuk mengadakan revolusi terhadap pemerintahan Belanda. Pasukan Belanda yang terakhir dikalahkan Jepang pada Maret 1942. Pada Juli 1942, Soekarno menerima tawaran Jepang untuk mengadakan kampanye publik dan membentuk pemerintahan yang juga dapat memberikan jawaban terhadap kebutuhan militer Jepang. Soekarno, Mohammad Hatta, dan para Kyai didekorasi oleh Kaisar Jepang pada tahun 1943.

 

Tetapi, pengalaman dari penguasaan Jepang di Indonesia sangat bervariasi, tergantung di mana seseorang hidup dan status sosial orang tersebut. Bagi yang tinggal di daerah yang dianggap penting dalam peperangan, mereka mengalami siksaan, terlibat perbudakan seks, penahanan sembarang dan hukuman mati, dan kejahatan perang lainnya. Orang Belanda dan campuran Indonesia-Belanda merupakan target sasaran dalam penguasaan Jepang.

 

Awal pemberontakkan jepang dimulai pada Tahun 1941

Peristiwa 1941 dimulai dari tahun 6 Januari dimana Belanda menangkap Thamrin, Douwes Dekker dan beberapa tokoh nasionalis lain. Thamrin meninggal di tahanan lima hari kemudian. Kemudian, Douwes Dekker diasingkan ke Suriname.  Selanjutnya pada tanggal 11 Januari tim perundingan Jepang yang baru dan lebih agresif di bawah Yoshizawa tiba di Batavia. Pada bulan Februari, Tekanan Jepang yang kian meningkat terhadap pemerintah Hindia Belanda untuk "bergabung dengan Wilayah Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya" ditolak Van Mook. Lalu, pada akhirnya tanggal 14 Mei Jepang mengirimkan sebuah ultimatum kepada pemerintah Hindia Belanda, menuntut agar pengaruh dan kehadiran Jepang dibiarkan di wilayah ini.

Setelah Jepang mengirimkan ultimatumnya, mereka merencanakan sebuah perundingan, tetapi pada 6 Juni Perundingan antara Belanda dan Jepang tersebut gagal. Pemerintah Hindia Belanda menjawab bahwa tidak akan ada konsesi yang akan diberikan kepada Jepang, dan bahwa semua produk strategis (termasuk minyak dan karet) telah dikontrakkan untuk dikapalkan ke Britania dan Amerika Serikat. Kemudian, pada 11 Juli Volksraad membentuk sebuah milisi Indonesia.

Langkah selanjutnya yang dilakukan Jepang ialah mengumumkan pembentukan sebuah "protektorat" atas Indochina yaitu pada tanggal 25 juli, setelah dibentuk, pada akhirnya tanggal 26 Juli semua asset Jepang di Hindia Belanda dibekukan. Kemudian, Pemerintah Belanda di pembuangan menjanjikan untuk mengadakan konferensi tentang Indonesia setelah perang pada tanggal 30 juli.  Hasilnya yaitu di tanggal 30 November akhirnya Angkatan Laut Belanda di Hindia mulai dimobilisasi.

Pada 5 Desember, Pemerintah Hindia Belanda mengirim permintaan kepada Australia untuk mengirimkan pasukannya ke Ambon dan Timor. Pesawat-pesawat Angkatan Udara Australia dan personilnya tiba pada 7 Desember. Selanjutnya, 8 Desember, waktunya untuk Jepang menyerang Malaya, mendarat di ujung selatan Thailand dan utara Malaya. Jepang mulai menyerang Filipina. Belanda, di antara bangsa-bangsa lainnya, perang terhadap Jepang. Penyerangan tak berakhir begitu saja, pada 10 Desember Kapal-kapal perang Britania, Prince of Wales dan Repulse ditenggelamkan dalam perbedaan beberapa jam saja satu sama lain di lepas pantai Malaya.

Akibat perang tersebut, pada 16 Desember Orang-orang Aceh yang anti Belanda mengadakan hubungan dengan pasukan-pasukan Jepang di Malaya. Tak berlangsung lama, keesokan harinya, Pasukan yang dipimpin oleh Australia mendarat di Timor Timur. Diktator Portugal Salazar memprotes, dan di hari yang sama, Jepang melakukan serangan udara atas Ternate. Jepang mendarat di Sarawak. Selang beberapa hari tepatnya, pada 22 Desember, Pasukan invasi utama Jepang mendarat di Filipina. Hatta menulis sebuah artikel surat kabar yang menyerukan agar bangsa Indonesia melawan Jepang. Tak hanya itu, pada 24 Desember Jepang kembali menyerang pasukan-pasukan Britania di Kuching, Sarawak.

 

Tak hanya di tahun 1941, Jepang kembali “Menggila” pada tahun 1942, ia membobardir sejumlah kawasan di wilayah Asia terutama di Wilayah Asean hingga Indonesiaa...

 

Awal keganasan jepang pada tahun 1941 dimulai pada tanggal 2 Januari dimana Jepang merebut kota Manila. Keesokan harinya, Jepang kembali menginvasi, kali ini mereka berhasil merebut wilayah Sabah. Tak memakan waktu yang lama, kembali Jepang dapat menginvasi suatu wilayah yaitu mereka berhasil merebut Brunei pada 6 januari. Di hari yang sama, untuk pertama kalinya Serangan udara pertama Jepang membobardir wilayah Ambon.

Pada 10 Januari, kembali Jepang mulai menginvasi Indonesia, kali ini mereka mecoba membobardir hingga merebut wilayah di Kalimantan (Tarakan) dan Sulawesi (Manado).  Hingga pada akhirnya, 11 Januari Tarakan takluk di tangan Jepang. Melihat keganasan Jepang di wilayah Nusantara atau Indonesia, Gubernur Jenderal Van Mook melakukan perjalanan darurat ke Amerika Serikat, meminta tambahan pasukan dengan tujuan agar Hindia Belanda tidak dilupakan dalam pertahanan Sekutu. Keganasan Jepang berlanjut pada 13 Januari, akhirnya setelah melakukan invasi, mereka berhasil merebut wilayah Manado.

Pada 15 Januari - Jen. Wavell dari Britania mengambil alih komando atas ABDACOM, komando gabungan Sekutu pertama (Australia, Britania, Belanda, Amerika) di dalam perang. Melihat rencana sekutu demikian, Agen-agen Aceh kembali bergerak, mereka yang berasal dari wilayah Malaya yang diiming-imingi Jepang untuk mengusir Belanda dari wilayahnya, akhirnya terbuai, pada akhirnya mereka mengikrarkan janji-janji yaitu memberi dukungan Jepang dalam melawan Belanda.

Dengan bantuan tersebut, pada 23 Januari, Jepang merebut Balikpapan meskipun terdapat serangan balasan dari Belanda dan A.S. Tak hanya puas sampai situ saja, lusa kemudian Jepang menginvasi hingga merebut Kendari di Sulawesi. Pada 30 Januari, kembali Jepang menyerang dan membobardir wilayah Ambon. Pasukan-pasukan KNIL dan Australia menghancurkan pasokan agar tidak jatuh ke tangan Jepang. Kota Ambon direbut dalam tempo 24 jam. Pertempuran berlanjut hingga 2 Februari. Sejumlah 90 persen pasukan pertahanan Australia menjadi korban, banyak di antaranya yang dibantai pada Februari setelah ditawan, melihat peperangan tersebut, Pasukan Britania kocar kacir kemudian mereka mengevakuasi dari wilayah Malaya dan lari ke Singapura.

Serangan berlanjut pada awal bulan Februari tepatnya pada tanggal 1 februari 1941, Jepang merebut wilayah Pontianak. Tak berlangsung lama, setelah mereka berhasil merebut pontianak  tepatnya tanggal 3 februari 1941, Jepang kembali menginvasi wilayah-wilayah nusantara, kali ini mereka menginvasi wilayah-wilayah yang ada di pulau Jawa mulai dari mengebom Surabaya hingga memulai serangan udara terhadap sasaran-sasaran di Jawa.

Keesokan harinya, pertempuran antara pihak sekutu dengan pihak Jepang terjadi, yups pertempuran tersebut dinamakam Pertempuran Selat Makassar (pertempuran laut antara Kalimantan dan Sulawesi) dimana penyebabnya ialah Angkatan Udara dan Laut Jepang memaksa Sekutu untuk mundur hingga ke Cilacap supaya Jepang maju hingga ke Sulawesi. Selanjutnya, pada 6 Februari, Jepang mulai mengebom Palembang. Tak puas sampai disitu saja, Mereka langsung bergerak cepat, tepatnya pada 8 Februari, Jepang mulai melakukan serangan utama atas Singapura.

 Keesokan harinya, Jepang menginvasi wilayah penting lainnya di pulau Jawa yaitu Batavia, Surabaya dan Malang dengan cara mengebom. Setelah puas menginvasi sebagian wilayah penting dari pulau Jawa, kembali pada 10 Februari 1942, Jepang merebut Makassar. Lalu, pada tanggal 13 Februari 1942, Jepang mendaratkan pasukan parasut di Palembang, merebut kota dan industri minyaknya yang berharga. Bergerak cepat, pasukan Jepang kembali menginvasi wilayah asean yang lainnya, tepatnya 15 Februari, Singapura jatuh ke tangan mereka, dimana 130.000 pasukan di bawah komando Britania ditawan sebagai tawanan perang.

Mendengar kabar tersebut pada 18 Februari Van Mook, di Australia, memohon agar pasukan Sekutu melakukan serangan. Keesokan harinya, benar saja, pertempuran antara pasukan sekutu dan Jepang kembali terjadi, pertempuran ini dikenal dengan nama Pertempuran Selat Badung (pertempuran laut antara Bali dan Lombok) disini sebuah satuan kecil pasukan Jepang memukul mundur pasukan Belanda dan Australia, yap kembali mereka menang perang dengan pasukan sekutu, kemudian Jepang mendarat di Bali, sekaligus mereka meluncurkan Serangan udara pertama atas Darwin, Australia.

Pada 20 Februari, Jepang mendarat di Timor, hanya 5 hari mereka menginvasi wilayah timor akhirnya, wilayah Timor juga takluk di tangan Jepang. Berbarengan dengan hal itu, kembali pada 23 Februari, Revolusi melawan Belanda dimulai di Aceh dan Sumatra Utara, dengan tujuan utamanya yaitu mendukung Jepang agar pihak sekutu tidak menempati wilayah mereka lagi.

Di sisi lain, pihak Belanda justru memindahkan Soekarno ke Padang, tetapi beruntungnya, Soekarno lolos dalam kekacauan, sementara Belanda melakukan evakuasi. Belanda mengevakuasi Sjahrir dan Hatta dari Banda lewat udara beberapa menit sebelum Jepang mulai mengebom pulau itu. Terlepas dari hal itu, kemudian, Jepang mengklaim Timor, tak akan menyerah dalam perlawanan terhadap pasuka Jepang, pasukan-pasukan Australia terus melakukan perang gerilya.

Pada  27 Februari, kembali terjadi Pertempuran, kali ini berlokasi di Laut Jawa dekat Surabaya, dimana dalam pertempuran ini yang berlangsung selama tujuh jam, Angkatan Laut Sekutu dihancurkan, kapal-kapal perusak Amerika lolos ke Australia. Sekutu kehilangan lima kapal perangnya, sedangkan Jepang hanya menderita kerusakan pada satu kapal perusaknya (Destroyer). Rear Admiral Karel Willem Frederik Marie Doorman, Komandan Angkatan Laut India-Belanda, yang baru dua hari sebelumnya, tanggal 25 Februari 1942 ditunjuk menjadi Tactical Commander armada tentara Sekutu ABDACOM, tenggelam bersama kapal perang utamanya (Flagship) De Ruyter.

Keesokan harinya, Tentara Angkatan Darat ke-16 di bawah pimpinan Letnan Jenderal Hitoshi Imamura mendarat di tiga tempat di Jawa. Pertama adalah pasukan Divisi ke-2 mendarat di Merak,Banten, kedua adalah Resimen ke-230 di Eretan Wetan, dekat Indramayu dan yang ketiga adalah Divisi ke-48 beserta Resimen ke-56 di Kragan. Ketiganya segera menggempur pertahanan tentara Belanda. Setelah merebut Pangkalan Udara Kalijati (sekarang Lanud Suryadarma), Letnan Jenderal Imamura membuat markasnya di sana. Imamura memberikan ultimatum kepada Belanda, bahwa apabila tidak menyerah, maka tentara Jepang akan menghancurkan tentara Belanda.

Pada Maret 1942, pasukan-pasukan Sekutu di Jawa diberitahukan oleh mata-mata bahwa suatu kekuatan Jepang sejumlah 250.000 sedang mendekati Bandung, sementara kenyataannya kekuatannya hanya sepersepuluh jumlah itu. Informasi yang keliru itu mungkin merupakan bagian dari alasan mengapa Sekutu menyerah di Jawa.

Awal Maret 1942, tepatnya 1 maret 1942 kembali terjadi Pertempuran, kali ini berlokasi di wilayah Selat Sunda, sehingga dinamakan Pertempuran Selat Sunda, kemudian, darisitulah akhirnya Pasukan invasi Jepang mendarat di Banten. Tak hanya itu, Pasukan invasi Jepang lainnya pun mendarat di sebelah barat Surabaya. Bebarengan dengan hal itu kembali Serangan udara Jepang atas Medan. Kemudian, pada 5 Maret Serangan udara Jepang mendarat di Cilacap. Bebarengan dengan hal itu, Jepang akhirnya bisa menerobos masuk ke Batavia. Tak memakan waktu yang lama untuk menginvasi suatu wilayah, tepatnya pada tanggal 7 maret 1942, mereka berhasil merebut Cilacap dan wilayah Rangoon (sekarang yangonm ibukota Myanmar). Keesokan harinya, kembali Jepang menginvasi Surabaya, dan akhirnya bisa merebut kembali Surabaya ke tangan mereka.

Invasi berlanjut pada 11 Maret 1942, Perlawanan Aceh terlibat dalam pertempuran dengan Belanda yang sedang mengundurkan diri. Kemudian, keesokan harinya,  Jepang mendarat di Sabang. Operasi-operasi di Aceh selesai sekitar 15 Maret. Di hari yang sama, pasukan Jepang yang lainnya tiba di Medan. Setelah dari wilayah Medan, pada 18 Maret, kembali Jepang menginvasi dan berhasil  merebut Padang. Akhirnya, pada 28 Maret, Pasukan Belanda terakhir di Sumatra menyerah di Kutatjane, di selatan Aceh, setelah pasukan sekutu menyerah, Jepang mengambil beberapa keputusan yaitu melarang semua kegiatan politik dan semua organisasi yang ada, Volksraad dihapuskan, Bendera merah-putih dilarang hingga Angkatan Darat ke-16 Jepang menguasai Jawa dengan rincian Angkatan Darat ke-25 di Sumatra (markas besar di Bukittinggi); Angkatan Laut menguasai Indonesia timur (markas besar di Makassar).

Pada April 1942, sekitar 200 tentara Sekutu yang telah melarikan diri ke bukit-bukit di Jawa Timur dan terus berperang, ditangkap oleh Jepang di bawah perintah Imamura. Mereka dikumpulkan dan dimasukkan ke kandang-kandang ternak dari bambu, dibawa dengan kereta-kereta api terbuka ke Surabaya, lalu dibawa ke laut dan dilemparkan ke ikan-ikan hiu, sementara masih berada di dalam kandang-kandang bambu itu. Imamura dinyatakan bersalah atas kekejaman ini oleh sebuah peradilan militer Australia setelah perang.

Insiden awal april, tepatnya pada 7 April Tiga orang pegawai Radio Hindia Belanda dihukum mati karena memainkan lagu kebangsaan Belanda pada 18 Maret, setelah menyerahnya Belanda. Di hari yang sama, Jepang pun berhasil merebut Ternate.Kemudian, darisitu Jepang mencoba untuk membentuk gerakan Tiga A; memulai kampanye propaganda. Akhirnya, ABDACOM dibubarkan. Britania dan Amerika membagi tanggung jawab perang, dimana Britania akan mencoba untuk merebut kembali Malaya dan Sumatra serta Burma. Sisanya di Pasifik dan Indonesia menjadi tanggung jawab AS (yang bekerja sama dengan Australia). Tak gentar atas terpecahnya pasukan sekutu ke beberapa wilayah, kembali pada 19 April, Jepang merebut Hollandia (kini Jayapura).

Pada 9 Mei 1942, kembali Jepang mendapatkan wilayah baru, kali ini mereka berhasil menduduki Lombok. Tak lama darisitu, pada 13 Mei, Jepang berhasil menduduki Sumbawa. Keesokan harinya, pasukan Jepang yang lainnya sudah mendarat di Flores, pada akhirnya, Flores takluk juga oleh Jepang pada 17 Mei. Di hari sebelumnya, tepatnya 16 Mei pasukan Jepang yang lainnya juga berhasil menduduki wilayah Sumba. Kemudian, pada 17 Juni 1942, Pemerintah Belanda di pengungsian London membentuk dewan konsultatif untuk urusan-urusan Hindia Belanda.

Pilihan satu-satunya yang dimiliki Soekarno dan Hatta adalah pura-pura bekerja sama dengan Jepang. Tujuan akhirnya, sudah tentu, bukanlah untuk mendukung Jepang, melainkan untuk mendapatkan kemerdekaan untuk Indonesia. Belakangan, Belanda yang kembali akan mencoba untuk menuduh Soekarno sebagai kolaborator Jepang guna mendapatkan dukungan Britania dalam menghadapi republik Indonesia yang baru terbentuk.  Sjahrir memimpin gerakan di bawah tanah dari rumah kakak perempuannya di Cipanas, dekat Bogor. Informasi seringkali didapat secara diam-diam dibagikan kepada Soekarno, yang mendapatkannya dari lingkaran dalam Jepang, dan Sjahrir.

Selanjutnya, Satuan sisa-sisa tentara KNIL dikirim ke Kai, Aru dan Kepualuan Tanimbar. Lalu, darisitu Jepang mengumpulkan Soekarno, Hatta, dan Sjahrir di Jakarta. Kemudian, Soekarno, Hatta, Sjahrir memanfaatkan hal ini untuk bertemu secara rahasia dimana Soekarno untuk mengumpulkan massa untuk kemerdekaan, Hatta untuk menangani hubungan-hubungan diplomatik, Sjahrir untuk mengkoordinasi kegiatan-kegiatan bawah tanah.

 Soekarno menerima tawaran Jepang untuk menjadi pemimpin pemerintah Indonesia, tetapi bertanggung jawab kepada militer Jepang. Pada 30 Juli.  Jepang menduduki Kep. Kai dan Aru, setelah sejumlah perlawanan di Kai. Keesokan harinya kembali Jepang dapat merebut Kep. Tanimbar sejumlah perlawanan oleh KNIL dan detasemen-detasemen Australia di Saumlaki. Pada 29 Agustus,  Jepang mulai memindahkan sejumlah pasukan dari Sumatra dan Jawa ke Kep. Solomon.

Pada bulan September,  terjadi insiden menarik dimana orang-orang Muslim Indonesia menolak untuk memberi hormat kepada Kaisar Jepang di Tokyo. Peristiwa di Sukamanah, Singaparna Tasikmalaya-Jawa Barat bukti nyata penolakan tersebut. Haji Zaenal Mustafa mengangkat senjata kepada Jepang walaupun kemudian berhasil ditumpas dan beliau dihukum mati di Ancol. Sebagai penghormatan, nama Haji Zaenal Mustafa menjadi nama jalan terpenting di Tasikmalaya.

Pada bulan Oktober, Kemajuan militer Jepang di Pasifik terhenti dimana para komandan Jepang disuruh mengembangkan sentimen-sentimen pro-Jepang di wilayah-wilayah pendudukan.  Barulah, pada 16 Oktober, Tentara ke-16 Jepang mengirimkan pasukan-pasukan pengawal ke Lombok, Sumba dan Timor. Sebenarnya, pada mulanya, propaganda Jepang kedengaran seperti perbaikan dibandingkan dengan pemerintahan Belanda. Setelah itu, pasukanpasukan Jepang mulai mencuri makanan dan menangkapi orang untuk dijadikan pekerja paksa, sehngga pandangan bangsa Indonesia terhadap mereka mulai berbalik.

Pada bulan November 1942, Pemberontakan rakyat Aceh akhirnya berhasil diredam oleh Jepang. Di sisi lain, Jenderal Imamura digantikan posisinya oleh Jenderal Harada. Kemudian, pada 7 Desember 1942, Ratu Wilhelmina dari kerajaan Belanda, di pengasingan berpidato menjanjikan perbaikan hubungan kembali dengan jajahan setelah perang selesai. Peristiwa di tahun 1942 ditutup pada 27 Desember, dimana Jepang membuka kamp interniran pertama untuk perempuan Belanda di Ambarawa.

Link = https://sumberbelajar.seamolec.org/Media/Dokumen/59c4c574865eac963be3cd30/31dc8140a48da99cb0ff0574b04052d7.pdf


B). Faktor penyebab Negara Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia

Kolonialisme adalah paham tentang penguasaan oleh suatu negara/bangsa terhadap daerah/wilayah lain dengan maksud memperluas wilayah. Hal ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menjadi bangsa yang terkuat, menyebarkan agama dan ideologi, dan keinginan mencari sumber kekayaan alam.

sedangkan,

Imperialisme adalah suatu paham yang menjadi dasar suatu negara untuk menguasai negara lain dengan membentuk pemerintahan jajahan. Tujuannya adalah untuk bisa menguasai segala aspek kehidupan masyarakat, baik politik, ekonomi, sosial, budaya, serta militer. Paham ini pernah diterapkan oleh berbagai negara, salah satunya Jepang, pada awal abad ke-20.


Alasan Jepang menjadi negara Imperialisme:

1). Adanya restorasi Meiji

Pada akhir abad ke-19, Kaisar Meiji berhasil menggulingkan kekuasaan keshogunan dan berupaya memodernisasi Jepang melalui peristiwa Restorasi Meiji. Setelah restorasi, Jepang, yang tadinya menutup diri dari negara asing, menjadi terbuka terhadap kehadiran asing. 

2). Industri Jepang semakin berkembang pesat

Restorasi Meiji menjadi titik balik, di mana Jepang segera tumbuh dan berkembang menjadi negara yang maju dan kuat. Kaisar Meiji mereformasi Jepang secara mendasar dan menekankan pada pembaharuan kehidupan manusia melalui pembangunan industri serta teknologi. Hal ini dilakukan untuk mengejar ketertinggalan Jepang dari negara-negara Barat sekaligus menaikkan posisinya di mata internasional.

Dalam waktu relatif singkat, Jepang tumbuh menjadi sebuah negara industri yang maju. Alhasil, Jepang membutuhkan bahan baku dan tempat pemasaran. Oleh karena itu, maka dicarilah daerah baru untuk keperluan industrinya dan Jepang pun terjun ke dalam praktik imperialisme. Terlebih lagi, Jepang sangat bergantung pada bahan makanan yang harus dibeli dari luar negeri. Untuk bisa memenuhi kebutuhan itu, maka Jepang harus bisa menguasai lebih banyak lagi tanah jajahan di Asia Timur. Oleh karena itu, satu tokoh yang menyebabkan Jepang menjadi negara imperialis adalah Kaisar Meiji atau Matsuhito.

3).  Semboyan Hakko Ichiu

Semboyan Hakko Ichiu berarti Delapan Penjuru Dunia Di Bawah Satu Atap. Satu atap yang dimaksud adalah di bawah Kekaisaran Jepang. Ketika paham fasisme dan ultranasionalisme mulai merebak di kalangan militer dan politisi Jepang pada 1920-an, mereka percaya bahwa ras mereka jauh lebih mulia dibanding yang lainnya. Oleh sebab itu, mereka merasa berhak meluaskan kekuasaan Jepang ke negara lain.

Paham inilah yang kemudian disebut dengan Hakko Ichiu, yang digunakan Jepang untuk menguasai negara lain, termasuk Indonesia. Berbekal semboyan Hakko Ichiu, Jepang semakin terdorong untuk melakukan ekspansi. Terlebih lagi, angkatan bersenjatanya pun kuat dan banyak, sehingga Jepang semakin percaya diri untuk melakukan ekspansi ke negara lain. Sejak saat itu, Jepang berhasil mengikuti jejak Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia, sebagai negara imperialis. 

4). Terjadinya kelaparan di Negeri Sakura

Waktu terus berjalan, kehidupan industri jepang berkembang dengan sangat pesat yang membuat banyaknya lokasi hijau diubah menjadi lokasi industri, sementara wilayah jepang terbilang sempit. Hal ini menyebabkan mereka mengalami krisis pangan dikarenakan hilangnya sebagian besar lahan produksi pangan. Akhirnya terjadilah bahaya kelaparan yang menjangkit seluruh wilayah jepang.

Di sisi lain, korea, negara tetangga jepang merupakan negara yang subur dengan sumber pangan yang melimpah. Dengan adanya bahaya kelaparan yang terjadi, jepang melakukan sejumlah impor bahan pangan dari negara korea. Namun, pastinya tidaklah mungkin suatu negara melakukan impor dalam jumlah besar secara terus menerus dikarenakan akan membuat kerugian bagi negara. Akhirnya terbesitlah pikiran jepang untuk bisa menguasai korea dengan menjadi negara imperialis agar warga negara mereka tidak lagi terkena bahaya kelaparan.

5). Jepang Membutuhkan Lahan Pasar dan Penanaman Modal

Hal ini sangat cocok sekali apabila jepang melakukan pemasaran terhadap penduduk jepang. Dan oleh sebab itulah jepang berfikir bahwa jika mereka melakukan imperialisasi terhadap negeri jepang, mungkin saja mereka bisa memasarkan lebih hasil produksinya.   Namun tak hanya sampai disitu, jepang pun terfikirkan akan jauhnya lokasi antara jepang dan china. Hal ini membuat adanya fikiran bahwa dengan mereka melakukan imperialisasi, mereka pun bisa turut menanamkan modal industri di negara tersebut.

6). Produk Jepang terhalang oleh kuota impor

Saat-saat terbaik bagi jepang adalah dimana produk mereka dengan bebasnya bisa berkuasa di berbagai negara di dunia tanpa adanya pesaing. Mengapa bisa begitu? Mereka menekan harga jual di negeri lain dengan menaikkan tarif produk bagi negeri sendiri, atau yang biasa kita dengan dengan istilah politik dumping. Memang di awal waktu, taktik ini sempat berjaya dan berhasil. Namun, dengan tersadarnya para negara menjadi lahan pasar jepang, taktik ini menjadi luluh lantah, dan produk jepang tidak laku terjual. Para negara pasar menyadari bahwa dengan masuknya produk jepang yang notabenenya merupakan produk yang sangat murah meriah, banyak produsen dalam negeri yang bangkrut. Sehingga kekayaan negara mengalami penurunan. Dengan adanya pembatasan produk-produk jepang oleh negara pasar, negara jepang mulai meyakini bahwa menjadi negara imperialis adalah pilihan tepat untuk memasarkan produk mereka.



Alasan Negara Jepang melakukan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia :

1), Karena Jepang mengelola, memanfaatkan dan menguasai segala kekayaan alam yang ada di Indonesia seperti hasil minyak bumi, hasil rempah rempah dan lain lain yang hanya diperuntukkan untuk kepentingan industri, bahan bakar untuk perang dan perekonomian negara Jepang.

2). Karena pihak Jepang mengetahui bahwa jumlah penduduk di Indonesia sangat majemuk maka dimanfaatkan sebagai wilayah untuk jalur pemasaran baraang dan jasa serta perdagangan aktif hasil industri negara Jepang.

3). Karena Jepang mengetahui saat itu penduduk Indonesia masih sedikit yang berpendidikan tinggi dan kritis tentang ketidakadilan yang dilakukan bangsa Jepang, disebabkan karena warga Indonesia masih banyak yang hidup berada pada garis kemiskinan dan kebodohan maka pihak jepang sangat mudah mempengaruhi mereka untuk memperkerjakan mereka sebagai buruh dengan upah yang sangat rendah.

4). Karena pihak Jepang mengetahui bahwa bumi di Indonesia sangat mudah ditanami oleh tumbuhan yang menghasilkan rempah rempah dan memilki sumber daya alam yang sangat melimpah misalnya adanya gas Alam , minyak bumi, hasil perak dan emas, batu bara, nikel dan lain lain sebagainya.


Link:

https://www.kompas.com/stori/read/2022/01/25/110000279/latar-belakang-jepang-menjadi-negara-imperialis?page=all

https://tulisan.fadillaharsa.id/2019/08/faktor-pendorong-jepang-menjadi-negara-imperialis/

http://gurupintar.com/threads/jelaskan-alasan-jepang-menjajah-indonesia.1644/


C). Kehidupan kependudukan Jepang di Indonesia

a) Aspek Sosial

Pemerintahan Jepang saat itu mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha. Mungkin kamu sudah sering dengar kalau romusha adalah sistem kerja yang paling kejam selama bangsa Indonesia ini dijajah. Tetapi, pada awalnya pembentukan romusha ini mendapat sambutan baik lho dari rakyat Indonesia, justru banyak yang bersedia untuk jadi sukarelawan. Namun semua itu berubah ketika kebutuhan Jepang untuk berperang meningkat.

Pengerahan romusha menjadi sebuah keharusan, bahkan paksaan. Hal tersebut membuat rakyat kita menjadi sengsara. Kamu bayangin aja, rakyat kita dipaksa membangun semua sarana perang yang ada di Indonesia. Selain di Indonesia, rakyat kita juga dikerjapaksakan sampai ke luar negeri. Ada yang dikirim ke Vietnam, Burma (sekarang Myanmar), Muangthai (Thailand), dan Malaysia. Semua dipaksa bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan fasilitas hidup yang layak. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak kembali lagi ke kampung halaman karena sudah meninggal dunia. Selain romusha, Jepang juga membentuk Jugun Ianfu. Jugun Ianfu adalah tenaga kerja perempuan yang direkrut dari berbagai Negara Asia seperti Indonesia, Cina, dan korea. Perempuan-perempuan ini dijadikan perempuan penghibur bagi tentara Jepang. Sekitar 200.000 perempuan Asia dipaksa menjadi Jugun Ianfu.

 

B). Aspek Politik

Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang selalu mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis. Hal ini jelas berbeda dibandingkan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu golongan nasionalis selalu dicurigai. Golongan nasionalis mau bekerja sama dengan pemerintahan Jepang karena Jepang banyak membebaskan pemimpin nasional Indonesia dari penjara, seperti Soekarno, Hatta, dan juga Sjahrir. Kenapa Jepang mengajak kerja sama golongan nasionalis Indonesia? Karena Jepang menganggap bahwa golongan nasionalis ini memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia. Saat itu, Wakil Kepala Staf Tentara Keenam Belas, Jenderal Harada Yosyikazu, bertemu dengan Hatta untuk menyatakan bahwa Jepang tidak ingin menjajah Indonesia, melainkan ingin membebaskan bangsa Asia.

Karena itulah Hatta mererima ajakan kerja sama Jepang. Akan tetapi, Sjahrir dan dr. Tjipto Mangunkusumo tidak menerima tawaran kerja sama Jepang. Namun, kemudian Jepang mengeluarkan undang-undang yang terkait pada bidang politik yang justru banyak merugikan bangsa Indonesia. Beberapa di antaranya:

1). Undang-Undang Nomor 2 tanggal 8 Maret tahun 1942, tentang larangan kepada orang Indonesia untuk berserikat dan berkumpul.

2). Undang-undang Nomor 3 tanggal 10 Mei tahun 1942, tentang larangan kepada orang-orang Indonesia untuk memperbincangkan pergerakan atau propaganda perihal peraturan dan susunan Negara.

3). Undang-undang tanggal 22 Juli tahun 1942, tentang larangan pendirian organisasi yang bersifat politik.

 

C). Aspek Ekonomi

Sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya, Squad. Nah, wilayah-wilayah ekonomi yang sanggup memenuhi kebutuhannya sendiri atau yang diberi nama Lingkungan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, merupakan wilayah yang masuk ke dalam struktur ekonomi yang direncanakan oleh Jepang. Kalau di bidang moneter, pemerintah Jepang berusaha untuk mempertahankan nilai gulden Belanda. Hal itu dilakukan agar harga barang-barang dapat dipertahankan sebelum perang. Kebijakan ekonomi Indonesia era Pendudukan Jepang:

1). Menyita asset-asset ekonomi yang penting

2). Adanya kebijakan Self-Sufficiency

3). Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi

 

D). Aspek Budaya

Pemerintahan Jepang pernah mencoba menerapkan kebudayaan memberi hormat ke arah matahari terbit kepada rakyat Indonesia lho! Dalam masyarakat Jepang, kaisar memiliki tempat tertinggi, karena diyakini sebagai keturunan Dewa Matahari. Nah, Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa mana mungkin setuju memberi hormat dengan membungkukkan punggung dalam-dalam (seikerei) ke arah matahari terbit.

Dahulu, para seniman dan media pers kita tidak sebebas sekarang. Pemerintahan Jepang mendirikan pusat kebudayaan yang diberi nama Keimin Bunkei Shidoso. Lembaga ini yang kemudian digunakan Jepang untuk mengawasi dan mengarahkan kegiatan para seniman agar karya-karyanya tidak menyimpang dari kepentingan Jepang. Bahkan media pers pun berada di bawah pengawasan pemerintahan Jepang.

 

Link = https://www.ruangguru.com/blog/kehidupan-bangsa-indonesia-masa-pendudukan-jepang


Okeh, begitulah pemaparan materi dari Kami, terimakasih kepada pak Abdul yang telah memberikan tugas ini, karena bisa menambah pengetahuan kami tentang kependudukan Jepang selama di Indonesiaa... Terimakasih pakk !! 


Okeh kita yel-yel dulu kali yee...

Sejarah Indonesiaa sangat menarik dan menyenangkan bukan? xixixiiii


betewe ada quotes ni bentar ye :


"Sejarah akan menghitamkan mereka yang layak dijatuhkan, sejarah akan meninggikan mereka yang memang layak dimuliakan." - Mba Najwa Shihab


oke sob kayaknya segini dlu pertemuan kita, next kita bakalan lanjut lagi nanti untuk buat blog kayak begini lagi okeh? bye-bye sob, jaga kesehatannya yaa, jangan sampe sakit, see u !!




Jumat, 24 April 2020

selamat datang di blog saya semoga bermanfaat


Hi, Apa kabarmu hari ini? kuharap kau baik-baik saja. Sudah berapa lama kamu belajar di rumah? Oh tentu sudah lama sekali yah kita belajar dari rumah... Apakah kamu bosan belajar di rumah? Jika bosan yukk kita belajar bersama di blog saya...


Apa itu Covid-19 atau virus corona?


           

Nah, sekarang bagaimana sih virus ini menular?


















Yuk, kenali gejala dari virus corona! Gejala Covid-19:


Gejala COVID-19 mulai dari seperti gejala flu biasa sampai kondisi berat seperti pneumonia (radang paru akut yang gejalanya sesak napas). Jika Anda mengalami gejala, memiliki riwayat perjalanan ke wilayah terjangkit, atau berpaparan dengan orang positif/kemungkinan COVID-19, maka Anda diimbau untuk melakukan isolasi diri dan menghubungi Jakarta Tanggap COVID-19 di nomor 112 atau pesan Whatsapp melalui 081 112 112 112 atau 081 388 376 955.


Pencegahan Covid-19 dapat dilakukan dengan cara:


1]. Kalian bisa beraktivitas dari rumah/ Stay at home




2]. Cuci tangan selama 20 detik dengan sabun dan air mengalir











3]. Disinfektan barang-barang yang sering disentuh seperti Handphone atau gagang pintu











4]. Tutupi mulut anda saat bersin ataupun batuk dengan tisu atau dengan siku bagian dalam












5]. Gunakan masker jika kamu beraktivitas di luar rumah









6]. Terapkan pola hidup sehat dan berolahraga secara teratur








 


                                    Berita selengkapnya di   https://corona.jakarta.go.id/id


Jadi disini saya membuat 2 poster yah teman-teman, jadi poster yang pertama saya membuat poster manual dan poster kedua saya membuat poster digital




Isi Poster:

Poster ini berisikan tentang usaha yang bisa dilakukan oleh masyarakat untuk melawan covid-19 dengan cara GERMAS
[Gerakan Masyarakat Sehat]















                                   Isi poster:

Poster ini berisikan tentang tata cara atau panduan penggunaan masker dengan baik dan benar.




















                              

Sabtu, 08 Februari 2020

selamat datang di blog saya, semoga bermanfat


                                                                                                     
Pengertian Teks Ulasan :

           Teks Ulasan adalah Teks yang berisi pelaporan, penilaian dan juga tanggapan pada suatu karya [ Film, Novel,/Drama].

Struktur Teks Ulasan - Identitas Karya
                                      - Orientasi
                                     - Sinopsis
                                     - Analisis
                                     - Evaluasi 

1. Identitas karya
                                     
    Identitas Karya mencakup Judul, Pengarang, Penerbit, Tahun Terbit, Tebal Halaman, dan Ukuran Buku. Hal itu seperti yang tampak pada Teks Ulasan Film dan Lagu.y

2. Orientasi 

     Orientasi terdapat pada paragraf pertama, yakni dengan menjelaskan keberadaanya sebagai novel yang mendapat penghargaan, sekaligus mendapat perhatian yang cukup besar dari banyak kalangan.

3. Sinopsis 

      Sinopsis berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis terhadap isi novel.

4. Analisis

        Analisis berupa paparan tentang keberadaan unsur Instrinsik [unsur yang terdapat dalam cerita], seperti Tema, Tokoh, Penokohan, dan Alur.

5. Evaluasi

         Evaluasi berupa tentang kelebihan dan kekurangan suatu karya.


                                                       
  Buku Legenda Batu Menangis




 ----Identitas karya----
                                                 

                 Judul Buku : Legenda Batu Menangis

                 Diceritakan kembali : Mb.Rahimsyah.AR

                 Design Cover : Emha Yudhistira

                 Gambar Dalam : Ir. Anam

                 Penerbit : Bintang Indonesia Jakarta

                 Cetakan Pertama : Tahun 2010


     ----Orientasi----
                                                       
   Cerita rakyat adalah budaya bangsa yang tak ternilai harganya, di dalamnya terkandung suri tauladan dimana yang jahat akan menuai celaka sedangkan yang baik akan menuai kebahagiaan. Hal ini penting ditanamkan anak-anak semenjak usia dini.

    Legenda batu menangis salah satu contoh anak gadis yang tidak tahu diri, tidak
menghormati ibunya yang susah payah melahirkannya yang menyebabkan ibunya sakit hati kepadanya.

                                                                   
   ----Sinopsis----

                 
     Buku ini mengisahkan tentang seorang anak perempuan yang ingin dipuji di depan para pemuda tampan ia tega meperlakukan ibu kandungnya sendiri sebagai pembantu...

     Satu kali dua kali tiga kali hal itu dimaafkaan oleh sang ibu, namun jika puluhan kali diperlakukan sebagai budak, maka keluarlah doa sang ibu dan Tuhan pun mendengar doa sang ibu.. dan mengutuknya menjadi Batu Menangis.

                                                   
  ----Analisis----
                                                   
                 
     Dahulu, di sebuah bukit yang jauh dari desa di daerah Kalimantan hiduplah seorang janda miskin dan seorang anak gadisnya. Janda itu bernama Mak Dasah dan gadisnya bernama Jelita. Ia hanyalah seorang perempuan biasa, tidak mempunyai keahlian apa-apa, maka kerjanya hanyalah pencari kayu bakar di hutan dan dijual ke perkampungan. Ia juga merawat belasan pohon pisang bekas peninggalan suaminya. Namun, pohon pisang itu tidak berbuah setiap saat. Hari demi hari Jelita tumbuh dewasa sementara si janda semakin tua.

     Gadisnya itu amat pemalas, tak pernah membantu ibunya melakukan pekerjaan- pekerjaan rumah. Kerjanya hanya bersolek tiap hari. Selain pemalas, anak gadis itu sikapnya manja sekali. Segala permintaanya harus dituruti. Setiap kali ia meminta sesuatu kepada ibunya harus dikabulkan, tanpa memperdulikan ibunya yang miskin, setiap hari harus membanting tulang mencari sesuap nasi.

      Pada suatu hari Gadisnya meminta dibelikan baju oleh ibunya, tapi ibunya melarang kemauan gadisnya tersebut karena uang simpanan ibunya digunakan untuk keperluan mereka.  Kemudian Jelita merajuk kepada ibunya, karena ibunya sayang kepadanya, akhirnya Mak Dasah mengeluarkan uang simpanannya. Ketika memasuki desa, orang-orang desa memandangi mereka. Mereka begituterpesona melihat kecantikan gadis itu, terutama para pemuda desa. Namun, mereka heran mengapa orang yang berjalan di belakang gadis itu sangat kontras dengan penampilannya.

     Mereka meneruskan perjalanan, hingga bertemu seorang pemuda tampan datang mendekati si Jelita. Pemuda itu bertanya ".Apakah yang berjalan di belakangmu itu ibumu?." Lalu Jelita menjawab ". Bukan, Bukan," sambil mendongakkan kepalanya. "Ia adalah Budakku". Mak Dasah masih menahan diri. Ia sambil mengingatkan gadisnya bahwa hal itu tidak baik untuk dilakukan. Kemudian, mereka kembali melanjutkan perjalanannya.. lalu jelita kembali menyebut ibunya sebagai pembantunya.

      Karena tak tahan dengan hinaan gadisnya tersebut, Mak Dasah pun menyebut anaknya itu sebagai Anak Durhaka .... dan berdoa supaya anak durhakanya ini dihukum. Atas kekuasaaan Tuhan Yang Maha Esa tubuh gadis itu berubah menjadi batu. Perubahan itu dimulai dari kaki. Ketika perubahan itu telah mencapai setengah badan, anak gadis itu menangis memohon ampun kepada ibunya untuk dimaafkan oleh ibunya. Akan Tetapi, semuanya sudah terlambat. Seluruh tubuhnya menjadi batu. Sekalipun menjadi batu, namun orang dapat melihat bahwa kedua matanya masih menitikkan air matanya, seperti sedang menangis. Oleh karena itu, batu yang berasal dari gadisnya mendapat kutukan dari ibunya disebut Batu Menangis.


   ----Evaluasi----


      Demikianlah cerita yang berbentuk legenda ini, yang dipercayai oleh masyarakat setempat bahwa kisah itu benar-benar pernah terjadi. Barang siapa yang mendurhakai ibu kandung yang telah melahirkan dan membesarkannya, Pasti perbuatannya laknatnya itu akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Kuasa.